Jasa foto video CSR Jogja adalah liputan kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan di Yogyakarta dan sekitarnya, dari penyerahan bantuan di desa sampai pelatihan pelaku usaha kecil, yang hasilnya dipakai untuk laporan keberlanjutan, rilis humas, dan kanal media sosial. Kegiatan empat jam cukup ditangani satu fotografer dan satu videografer dengan harga mulai Rp 2.500.000, sementara kampanye beberapa hari memakai tim yang lebih besar dan seorang producer.
- Mulai dari
- Rp 2.500.000 untuk satu kegiatan
- Tim terkecil
- 1 fotografer dan 1 videografer
- Area liputan
- Kota Yogyakarta, Sleman, Bantul, Kulon Progo, Gunungkidul
- Basis crew
- Studio Nogotirto, Gamping, Sleman
- Kontrak tahunan
- Tersedia untuk agenda CSR sepanjang tahun
Liputan kegiatan sosial perusahaan punya tuntutan yang berbeda dari liputan acara biasa. Gambar yang dihasilkan nantinya dibaca auditor laporan keberlanjutan, jurnalis, dan pemangku kepentingan yang ingin melihat bukti bahwa bantuan benar-benar sampai. Karena itu yang dicari adalah foto yang memperlihatkan konteks: siapa penerimanya, di mana kegiatannya berlangsung, apa yang diserahkan, dan bagaimana warga terlibat. Potret pejabat yang tersenyum di depan spanduk tetap diambil, tetapi porsinya kecil dibanding momen kerja nyata di lapangan.
Jogja menambah lapisan tersendiri. Banyak program perusahaan di sini menyasar perajin, kampus, dan desa wisata, sehingga lokasinya tersebar dari sentra gerabah di Bantul, kampung perak di Kotagede, sampai perbukitan Kulon Progo. Crew kami berangkat dari studio di Nogotirto, Gamping, dan sebagian besar memang tinggal di Kota Yogyakarta, jadi perjalanan ke lokasi tidak dihitung sebagai operasi luar kota dan tim bisa datang lebih awal untuk membaca medan.
Hasil akhirnya berupa dua lapis arsip. Lapis pertama adalah pilihan cepat untuk rilis dan unggahan di hari yang sama atau keesokan harinya. Lapis kedua adalah arsip lengkap yang sudah diberi nama file berdasarkan tanggal, lokasi, dan tahap kegiatan, sehingga penyusun laporan tahunan tidak perlu menebak foto mana berasal dari desa mana enam bulan kemudian.
Bukti dampak di depan
Setiap liputan diarahkan untuk menangkap penerima manfaat, proses, dan hasil, tiga hal yang ditanyakan pembaca laporan keberlanjutan.
Arsip yang bisa dilacak
Penamaan file per tanggal dan lokasi membuat materi tetap berguna saat laporan disusun berbulan-bulan sesudah kegiatan.