Meet the Community Jogja memperkenalkan anggota sebuah komunitas di Yogyakarta satu per satu: potret di tempat mereka biasa berkumpul, kutipan dari wawancara pendek, dan video vertikal berisi cerita orang itu dengan suaranya sendiri. Format ini dipakai kolektif kreatif, klub olahraga, UKM kampus, kelompok perajin, dan brand yang merawat komunitas pelanggan. Harga mulai Rp 1.800.000 untuk satu profil.
- Satuan kerja
- Satu anggota per profil, dirangkai jadi seri
- Isi tiap profil
- Potret, kutipan wawancara, video vertikal pendek
- Lokasi liputan
- Tempat komunitas berkumpul di DIY, atau studio di Nogotirto
- Harga mulai
- Satu profil tunggal; seri dan liputan tahunan tersedia
- Persetujuan anggota
- Umumnya diminta tertulis sebelum kamera menyala
Orang memutuskan bergabung ke sebuah komunitas karena orang-orangnya. Poster kegiatan dan jadwal pertemuan menjawab kapan dan di mana, tapi calon anggota baru biasanya masih bertanya siapa yang akan mereka temui di sana, apakah mereka akan nyambung, dan apakah orang baru benar-benar disambut. Seri Meet the Community menjawab pertanyaan itu dengan memperlihatkan wajah, pekerjaan, alasan bergabung, dan kebiasaan kecil tiap anggota.
Liputan untuk satu profil pada dasarnya punya tiga bagian: wawancara santai sekitar lima belas sampai dua puluh menit, potret di beberapa sudut yang punya arti bagi orang itu, dan rekaman kegiatan saat ia sedang melakukan hal yang membuatnya dikenal di komunitas. Dari situ kami menyusun carousel foto dengan kutipan, video pendek untuk Reels dan TikTok, dan bila paketnya mencakup, potongan panjang untuk YouTube atau layar presentasi.
Jogja punya banyak komunitas yang tumbuh dari tempat: perajin gerabah di Kasongan, pengrajin perak di Kotagede, kelompok diskusi di kedai sekitar Malioboro, organisasi mahasiswa di UGM, UNY, UII, dan Sanata Dharma, serta kolektif seni di sekitar ISI Yogyakarta di Sewon. Tempat berkumpul itu biasanya ikut jadi latar cerita, sehingga profil terasa milik komunitasnya sendiri dan susah ditiru akun lain.
Cerita keluar dari mulut anggotanya
Kutipan diambil dari wawancara, lalu kamu memilih kalimat mana yang tayang. Kami tidak menuliskan kata-kata untuk mereka.
Satu liputan, beberapa bentuk unggahan
Foto dan video diambil pada pertemuan yang sama, jadi anggota cukup meluangkan waktu sekali.
Seri yang punya pola
Pertanyaan wawancara, gaya potret, dan susunan video dibuat seragam supaya profil kelima tetap terasa satu keluarga dengan profil pertama.