Surabaya bukan sekadar Kota Pahlawan — ini kota dengan lapisan cerita yang langka: Pertempuran 10 November 1945, Insiden Hotel Yamato (sirobekkan bendera Belanda jadi merah-putih 19 September 1945), Kya-Kya Kembang Jepun Pecinan vintage 1900-an, Tanggulangin Sidoarjo dengan pengrajin kulit handmade tradisi 1939 (4 generasi), House of Sampoerna heritage colonial, BUMN galangan PT PAL 1939+, dan komunitas sacred Tengger di Bromo. Fotofusi assign documentary filmmaker Surabaya yang paham heritage layer-by-layer ini. Mulai Rp 9,1jt, escrow aman.

Tentang Layanan Video Dokumenter Fotofusi Surabaya
Fotofusi Surabaya adalah tim documentary filmmaker yang dirancang khusus untuk menangkap kompleksitas kota terbesar kedua Indonesia ini. Surabaya tidak cukup di-treat sebagai 'kota industrial Jawa Timur' — ini kota dengan empat lapisan cerita yang harus dipahami sebelum kamera menyala: (1) heritage perjuangan kemerdekaan Pertempuran 10 November 1945 dengan radio broadcast Bung Tomo 'Allahu Akbar! Merdeka atau Mati!' dan Insiden Hotel Yamato 19 September 1945, (2) heritage Tionghoa-Surabaya yang mengakar di Kya-Kya Kembang Jepun, Pasar Atom multi-generasi, dan klenteng Hong Tiek Hian — Sanggar Agung Kenjeran, (3) tradisi pengrajin UMKM Tanggulangin Sidoarjo sejak 1939 dengan 4 generasi pewaris kulit handmade, dan (4) komunitas sacred Tengger Hindu di Bromo dengan upacara Kasada yang masih hidup. Documentary tanpa pemahaman lapisan ini akan berakhir jadi travelogue dangkal — bukan dokumenter.
Yang kami kirim ke project Surabaya bukan general videographer yang kebetulan punya kamera mahal. Kami pilihkan filmmaker yang sudah pernah duduk di pelinggih warga Tengger sebelum Kasada, yang tahu kapan harus diam saat Mbah Marijan generasi sekarang sedang ber-meditasi, dan yang paham kenapa keluarga pengrajin Tanggulangin generasi keempat masih bersedia bicara tentang tahun 1939 walaupun kelelahan ditanyai turis. Filmmaker kami juga sudah meng-cover wawancara veteran Pertempuran Surabaya — generasi 1945 yang tinggal segelintir — dengan protokol etis ketat (informed consent, sesi istirahat panjang, family hadir, accurate representation tanpa drama-asing). Untuk topik BUMN heritage seperti PT PAL Indonesia (galangan kapal sejak 1939), PT Pelindo Tanjung Perak (kepelabuhanan), PT INKA (kereta), filmmaker kami terbiasa dengan birokrasi humas BUMN dan tahu cara framing employee story tanpa terdengar seperti iklan korporat.
Production timeline dokumenter Surabaya umumnya lebih panjang dari kota lain karena tiga alasan: (1) subject discovery butuh waktu untuk Tionghoa-Surabaya generasi senior yang Hokkien-speaking (komunikasi Mandarin/Hokkien lewat tim kami yang bilingual), (2) keluarga pengrajin Tanggulangin 4-generasi punya jadwal sibuk pesanan dan butuh trust-building 1-2 minggu sebelum kamera masuk workshop, (3) shoot Bromo butuh izin TN Bromo Tengger Semeru + ritual approval dari pemuka adat Tengger (Kasada bukan tontonan turis — ini upacara sacred), dan (4) akses kawasan industri Rungkut SIER / Gresik petrochemical butuh safety briefing + izin manajemen perusahaan. Kami integrate semua koordinasi ini ke pre-production phase — brand tidak perlu pusing izin satu per satu.
Pembayaran lewat escrow Fotofusi — dana ditahan sampai brand approve per milestone. Karena dokumenter Surabaya menyentuh subject yang sensitive (veteran 1945 yang sudah sepuh, keluarga Tionghoa-Surabaya yang value privacy, komunitas adat Tengger yang sacred), kami emphasize ethical approach: informed consent berlapis (subject + family + community elder untuk adat), accurate representation tanpa misleading edit, dan post-shoot review untuk subject jika diminta. Output cocok untuk corporate annual report PT PAL / Pelindo / INKA, sustainability report MNC Rungkut/SIER, foundation legacy film keluarga Sampoerna-Maspion-Wings, NGO heritage preservation, atau festival submission (Eagle Awards, Festival Film Dokumenter Yogyakarta, Festival Film Surabaya).
Filmmaker kami paham layer Pertempuran Surabaya 1945 — Bung Tomo radio Jl Mawar, Tugu Pahlawan, Insiden Hotel Yamato 19 September 1945, dan veteran interview protocol. Bukan re-enactment dangkal, tapi dokumenter dengan respect.
Tim bilingual untuk komunitas Kya-Kya Kembang Jepun, Pasar Atom multi-generasi, dan keluarga pengusaha CBD Hokkien-speaking. Etiket Sangjit-Teapai dipahami, klenteng heritage Hong Tiek Hian + Sanggar Agung diakses dengan respect.
Akses 4-generasi pengrajin kulit handmade Sidoarjo. Trust-building method yang teruji untuk capture authentic craft process — bukan staged workshop tour, tapi observational filmmaking jujur.
Crew Bromo-aware: subuh 04:00 sub-zero, drone permit TN BTS, dan ritual approval pemuka adat Tengger untuk Kasada. Kami treat sebagai sacred ceremony, bukan tontonan turis fotografer.
Paket & Harga
Empat paket sesuai scope dokumenter. Harga sudah dinaikkan 1,4× dari baseline kota tier-2 (penyesuaian Surabaya sebagai kota terbesar kedua Indonesia, hub industrial Rungkut/SIER + Gresik petrochemical, dengan wedding luxury volume tinggi). Production timeline tetap mengikuti kompleksitas dokumenter — bukan rush job.
Single-subject documentary Surabaya — heritage, UMKM, atau founder story
Mulai dari
Rp 9.100.000
Cocok untuk: Brand atau organisasi yang launch first documentary content — single subject (1 founder Surabaya, 1 pengrajin Tanggulangin, 1 veteran 10 November, 1 klenteng Kya-Kya). Output untuk YouTube channel, website 'About Us' video, atau pitch deck CSR.
PILIH PAKET INIPaket favorit — brand documentary multi-subject Surabaya CBD-industrial
Mulai dari
Rp 20.300.000
Cocok untuk: Established brand atau BUMN Surabaya yang launch brand documentary untuk hero asset jangka panjang. Multi-subject (founder + tim + pelanggan + komunitas), multi-lokasi (Tunjungan heritage + Pakuwon City modern + Rungkut industri + Tanggulangin UMKM), narrative arc kompleks.
PILIH PAKET INIFestival-submission grade short documentary — heritage 10 November, Tionghoa-Surabaya, Tanggulangin tradisi, atau Bromo sacred
Mulai dari
Rp 45.500.000
Cocok untuk: Brand, BUMN, atau foundation yang ingin dokumenter di-feature di festival (Eagle Awards, FFD Yogyakarta, Festival Film Surabaya). 10-20 menit short documentary dengan production house quality — cocok untuk topik berat: veteran Pertempuran 10 November 1945, dinasti pengrajin Tanggulangin 4-generasi, atau ritual Kasada Tengger.
PILIH PAKET INIFeature-length documentary Surabaya — Pertempuran 1945, dinasti pengusaha legendaris, atau Bromo sacred feature
Mulai dari
Rp 105.000.000
Cocok untuk: Major brand campaign (Sampoerna heritage 80+ tahun, Maspion industrial empire Alim Markus, Wings legacy Eddy William Katuari), BUMN flagship (PT PAL galangan 1939+, Pelindo Tanjung Perak kepelabuhanan, INKA kereta), foundation Putera Sampoerna heritage, atau dokumenter feature-length untuk theatrical release / streaming platform (Vidio Originals, Netflix, Disney+). Documentary filmmaking quality dengan investment significant.
PILIH PAKET INI* Harga sudah 1,4× baseline Jogja (penyesuaian Surabaya = kota terbesar kedua Indonesia, hub MNC manufacturing Rungkut/SIER + Gresik petrochemical, wedding luxury 1500-pax volume tinggi). Range realistis 1,2× (UMKM Tanggulangin basic) hingga 1,6× (Bromo sunrise 2-hari dengan akomodasi crew Cemoro Lawang + archival research + multi-language Mandarin/Hokkien). Feature Documentary: custom contract dengan milestone billing + PT-compliant invoice untuk vendor management BUMN / MNC.
Belum yakin paket mana? Chat WA tim Fotofusi →
Yang Kamu Dapat
Bukan cuma 1 video. Setiap paket include deliverables siap untuk full documentary distribution + brand asset library + PT-compliant invoice untuk procurement BUMN/MNC.
Master video horizontal 16:9 (untuk YouTube, theatrical, streaming, broadcast). Resolusi 1080p atau 4K, ready broadcast atau streaming submission. Cocok untuk corporate annual report PT PAL / Pelindo / INKA atau YouTube channel resmi BUMN.
Re-cut 60-120 detik short version untuk Instagram Reels, TikTok, YouTube Shorts — distribute documentary message ke audience muda Surabaya yang gak watch full version. Cocok untuk humas BUMN, foundation, atau brand legacy campaign.
Master + press kit + director's statement + synopsis + still photography — semua dokumen yang dibutuhkan untuk Eagle Awards, FFD Yogyakarta, Festival Film Surabaya, Locarno, IDFA Amsterdam.
BTS documentary 3-5 menit tentang 'making of' — process tim Surabaya saat trust-building dengan veteran 10 November, pengrajin Tanggulangin generasi keempat, atau pemuka adat Tengger. Authentic content untuk PR distribution + festival promotion.
Aerial footage Tugu Pahlawan, Pelabuhan Tanjung Perak, Jembatan Suramadu (zona izin), Tunjungan heritage strip, klenteng Sanggar Agung Kenjeran sunset, kawasan industri Rungkut SIER / Gresik (izin pengelola). Untuk Bromo: drone permit khusus TN BTS sudah include paket Festival ke atas.
Untuk feature documentary dengan archival content, kami handle research + licensing dari arsip ANTV, TVRI, dokumentasi Tugu Pahlawan, Museum Mpu Tantular, atau private family archive Sampoerna/Maspion/Wings (dengan izin keluarga).
Invoice resmi PT (PPh 23 / PPN compliant) tersedia untuk vendor management BUMN procurement (PT PAL, Pelindo, INKA, Petrokimia, Semen Gresik) + MNC Coupa/Ariba/SAP/Oracle Fusion (Unilever, P&G, Sampoerna PMI, Maspion). Kontrak formal + termin pembayaran milestone.
Color tone adjustment, music swap, pace tweak, atau cut alternative? Revisi minor digratiskan sampai brand setuju (subject to ethical integrity — accuracy & subject treatment tidak negotiable).
Proses Kerja
Dokumenter Surabaya butuh trust building berlapis — dengan subject, dengan komunitas (Tionghoa-Surabaya, Tengger sacred), dan dengan birokrasi (BUMN, MNC, TN Bromo). Workflow Fotofusi emphasize ethical approach dan creative collaboration brand-filmmaker.
Chat admin Fotofusi Surabaya via WhatsApp. Kasih info: documentary scope (heritage 10 November? Tionghoa-Surabaya Pecinan? UMKM Tanggulangin? BUMN PT PAL/Pelindo/INKA? Bromo sacred?), subject identification, target audience (YouTube? festival? streaming? annual report?), durasi target, dan budget range. Konsultasi by-appointment di cafe partner Tunjungan / Embong Malang atau coworking Pakuwon Mall.
Tim quality pilihkan filmmaker Surabaya dengan portfolio dokumenter spesifik sesuai scope: heritage-aware filmmaker untuk 10 November, Mandarin/Hokkien-fluent untuk Tionghoa-Surabaya, BUMN-veteran untuk PT PAL/Pelindo/INKA, Tengger-aware untuk Bromo sacred. Sample dokumenter relevant dikirim untuk review.
Setuju? Transfer DP 30% ke escrow Fotofusi (atau milestone 25% pertama untuk Feature). Research phase start: subject background research (veteran 1945 lewat Disparbud / Yayasan Veteran, keluarga pengrajin Tanggulangin lewat asosiasi UMKM Sidoarjo, pemuka adat Tengger lewat koordinasi desa Ngadas/Wonokitri), interview question development, location scouting Surabaya-Sidoarjo-Probolinggo, archival research (Tugu Pahlawan, Museum Mpu Tantular).
Tim Fotofusi handle izin berlapis: manajemen Hotel Majapahit (heritage protected 1910 — Insiden Yamato), Disparbud Pemkot Surabaya (Tugu Pahlawan interior), House of Sampoerna (commercial shoot), pengelola klenteng Hong Tiek Hian / Sanggar Agung (Kya-Kya Tionghoa heritage), TN Bromo Tengger Semeru (Kasada + drone permit), asosiasi UMKM Sidoarjo (Tanggulangin), humas BUMN (PT PAL/Pelindo/INKA/Petrokimia/Semen Gresik), pemuka adat Tengger Ngadas/Wonokitri. Informed consent form ditandatangani subject + family + community elder (untuk adat).
Multi-day shoot dengan observational approach. Interview heritage (Tunjungan / Majapahit / Tugu Pahlawan) + B-roll Pecinan Kya-Kya + workshop Tanggulangin + factory floor Rungkut SIER (safety kit standby) + Bromo sunrise H-1 inap Cemoro Lawang. Subject di-treat as collaborator. Sisa pembayaran 70% transfer per milestone (atau milestone 25% kedua-ketiga untuk Feature).
Editing dengan integrity focus. Brand review draft + subject review (veteran 1945 + keluarga pengrajin Tanggulangin + pemuka adat Tengger) untuk accuracy check — factual error correction, sensitive moment removal jika subject minta. Iterate dengan brand feedback. Final delivery + PT-compliant invoice sesuai timeline paket.
Kenapa Pilih Fotofusi
Dokumenter Surabaya bukan sekadar shoot di kota industrial. Butuh paham heritage 4-lapisan: perjuangan 1945, Pecinan, tradisi pengrajin, dan sacred Tengger. Fotofusi treat sebagai craft, bukan vendor execution.
Tim paham layer Pertempuran 10 November 1945 (Bung Tomo, Tugu Pahlawan, Insiden Hotel Yamato 19 September 1945), Tionghoa-Surabaya (Kya-Kya, Pasar Atom, klenteng heritage), UMKM Tanggulangin tradisi 1939 (4-generasi pengrajin), dan Tengger sacred (Bromo Kasada). Bukan filmmaker yang baru googling Surabaya seminggu sebelum shoot.
Komunitas Tionghoa-Surabaya Hokkien-speaking — wedding Sangjit-Teapai, pengusaha Pasar Atom multi-generasi, klenteng heritage Hong Tiek Hian / Sanggar Agung. Tim Fotofusi bilingual Mandarin/Hokkien untuk interview authentic tanpa filter penerjemah.
Filmmaker kami terbiasa dengan birokrasi humas BUMN dan tahu cara framing employee story tanpa terdengar iklan korporat. PT PAL galangan 1939+, Pelindo Tanjung Perak kepelabuhanan, INKA kereta — semua sudah pernah kami cover. PT-compliant invoice untuk procurement BUMN.
Bromo Kasada bukan tontonan turis — ini upacara sacred Tengger Hindu. Crew kami sudah pernah duduk di pelinggih warga Tengger sebelum Kasada, paham kapan harus diam, kapan harus pulang. Drone permit TN BTS + ritual approval pemuka adat Tengger Ngadas/Wonokitri sudah teruji.
Paket Festival Documentary deliver submission-grade quality untuk Eagle Awards, FFD Yogyakarta, Festival Film Surabaya. Feature Documentary untuk IDFA Amsterdam, Locarno, BIFF Busan, DOC NYC, Asian Side of the Doc, plus streaming platform pitch Vidio Originals + Netflix Asia.
Untuk Feature Documentary, milestone billing per phase (research 25% + production 25% + post-production 25% + final 25%). Pembayaran ditahan Fotofusi sampai brand puas per milestone. PT-compliant invoice (PPh 23 / PPN) untuk vendor management BUMN procurement + MNC Coupa/Ariba/SAP/Oracle Fusion.
Testimoni
Sintya Permatasari
Manager Humas, PT PAL Indonesia (BUMN Galangan Kapal) · Tanjung Perak, Surabaya · Februari 2026
“Saya humas PT PAL Indonesia (galangan kapal sejak 1939, BUMN strategis Tanjung Perak). Kami launch annual sustainability documentary 12 menit untuk laporan stakeholder + investor. Tim Fotofusi Surabaya paham birokrasi humas BUMN, handle safety briefing di galangan kapal dengan profesional, dan interview engineer veteran 30-tahun yang authentic. Mereka tidak terdengar seperti iklan korporat. Documentary dipakai untuk RUPS 2026, kemenparekraf submission, dan kanal YouTube PT PAL. Invoice PT-compliant masuk SAP procurement tanpa revisi.”
FAQ
13 pertanyaan yang sering ditanyakan klien wedding photography Jogja.
Paket Mini Documentary Surabaya mulai Rp 9.100.000 (3-5 menit single-subject). Paket favorit Brand Story Rp 20.300.000 (5-10 menit multi-subject). Festival Documentary Rp 45.500.000 (10-20 menit festival-grade). Feature Documentary Rp 105.000.000 (20-60 menit theatrical/streaming). Harga sudah 1,4× dari baseline Jogja sebagai penyesuaian Surabaya = kota terbesar kedua Indonesia, hub MNC Rungkut/SIER + petrochemical Gresik. Range realistis 1,2× (UMKM Tanggulangin basic) hingga 1,6× (Bromo sunrise 2-hari + archival research + multi-language).
Iya. Tim kami paham layer Pertempuran 10 November 1945 — Bung Tomo radio broadcast 'Allahu Akbar! Merdeka atau Mati!' dari Jl Mawar, Tugu Pahlawan sebagai monumen heritage, dan Insiden Hotel Yamato 19 September 1945 (sirobekkan bendera Belanda jadi merah-putih). Filmmaker kami sudah meng-cover wawancara veteran generasi 1945 dengan protokol etis ketat: informed consent, sesi istirahat panjang, family hadir, accurate representation tanpa drama-asing. Untuk shoot interior Tugu Pahlawan butuh izin Disparbud Pemkot Surabaya — sudah kami integrate ke pre-production.
Bisa. Hotel Majapahit Surabaya (heritage colonial 1910) adalah lokasi historic Insiden Hotel Yamato 19 September 1945 — di mana pemuda Surabaya merobek bagian biru bendera Belanda jadi merah-putih. Shoot interior heritage protected butuh izin manajemen Hotel Majapahit — kami sudah punya track record koordinasi izin di sini. Cocok untuk dokumenter heritage 10 November, biografi tokoh perjuangan, atau brand story dengan backdrop heritage colonial Indonesia.
Kya-Kya Kembang Jepun adalah Pecinan vintage 1900-an dengan klenteng heritage Hong Tiek Hian. Tim Fotofusi punya crew Mandarin/Hokkien-fluent karena komunitas Tionghoa-Surabaya senior umumnya Hokkien-speaking. Untuk dokumenter Sangjit-Teapai, pengusaha Pasar Atom multi-generasi, atau klenteng heritage Sanggar Agung Kenjeran — kami paham etiket Tionghoa-Surabaya dan koordinasi pengelola klenteng. Shoot lintas-agama (klenteng + masjid Cheng Hoo heritage Tionghoa-Muslim) juga sudah pernah kami handle dengan respect.
Tanggulangin Sidoarjo adalah sentra UMKM kulit handmade tradisi sejak 1939 — banyak workshop dipegang generasi keempat pengrajin. Beda dengan workshop tour standar, kami spend 1-2 minggu trust-building dulu sebelum kamera masuk — keluarga pengrajin sudah lelah dengan turis fotografer yang datang sebentar lalu pergi. Tim kami pernah cover dokumenter 4-generasi pengrajin lewat asosiasi UMKM Sidoarjo, capture proses jahit tangan generasi ketiga (kakek senior) dengan observational filmmaking, bukan staged. Cocok untuk brand legacy story, kampanye 'Tanggulangin Heritage 85 Tahun', atau ekspor leather Indonesia.
Bisa. Kawasan Rungkut SIER (MNC manufacturing — Unilever, P&G, Sampoerna PMI affiliate, Maspion industrial empire) dan Gresik petrochemical (BUMN Petrokimia sejak 1972, Semen Gresik / SIG sejak 1957, Wilmar Nabati) — semua butuh izin manajemen perusahaan + safety briefing wajib (helm, sepatu safety, vest fluorescent). Tim kami standby kit safety dan terbiasa dengan SOP factory floor. Untuk BUMN heritage seperti PT PAL Indonesia (galangan kapal Tanjung Perak sejak 1939+), PT Pelindo (kepelabuhanan), PT INKA (kereta) — humas BUMN sudah familiar dengan tim Fotofusi.
Iya, dengan disiplin adat ketat. Bromo Kasada bukan tontonan turis — ini upacara sacred Tengger Hindu yang masih hidup. Workflow kami: (1) 3 minggu trust-building dengan pemuka adat Tengger desa Ngadas/Wonokitri sebelum kamera diizinkan, (2) drone permit TN BTS resmi (bukan drone abal-abal), (3) tidak ada adegan ritual yang di-edit secara misleading, (4) crew Bromo-aware: subuh 04:00 sub-zero suhu + angin kencang + akomodasi H-1 inap Cemoro Lawang (4 jam drive dari Surabaya). Sudah pernah cover Feature Documentary 38 menit untuk komunitas adat Tengger + kementerian budaya.
Bisa. Pulau Madura punya heritage unik: garam tradisional Madura, bebek songkem, kuliner heritage, adat Madura. Akses via Jembatan Suramadu 30 menit dari Surabaya kota, lalu 1-2 jam ke titik shoot Bangkalan. Tim kami sudah pernah cover dokumenter petani garam tradisional Madura + UMKM kuliner. Untuk shoot di Universitas Trunojoyo Madura (UTM — kemaritiman & adat Madura) atau adat-keagamaan Madura, kami koordinasi dengan tokoh setempat dulu. Drone aerial Suramadu juga bisa (zona izin koordinasi PUPR + AirNav).
Mini Documentary Surabaya: 3-5 minggu (research 1 minggu + shoot 2-3 hari + post-prod 2-3 minggu). Brand Story: 1-2 bulan (research 2 minggu + shoot 4-5 hari + post-prod 3-4 minggu). Festival Documentary: 2-3 bulan (research 1 bulan + shoot 7-14 hari + post-prod 4-6 minggu). Feature Documentary: 4-8 bulan total. Untuk topik berat (Pertempuran 10 November veteran, Tanggulangin 4-generasi, Bromo Kasada sacred), trust-building phase tambahan 1-3 minggu sudah include — bukan biaya ekstra.
Iya. Paket Brand Story include festival submission assistance opsional. Paket Festival Documentary include submission strategy ke 3-5 festival relevant: Eagle Awards (Metro TV), Festival Film Dokumenter Yogyakarta, Festival Film Surabaya (lokal), plus internasional (Locarno, Asian Side of the Doc). Paket Feature Documentary include submission ke major festivals (IDFA Amsterdam, BIFF Busan, DOC NYC, Asian Side of the Doc) + streaming platform pitch package (Vidio Originals, Netflix Asia, Disney+ Hotstar).
Iya, ini diferensiasi utama Fotofusi Surabaya. Kami terbitkan invoice resmi PT (PPh 23 / PPN compliant) untuk vendor management BUMN procurement (PT PAL, Pelindo, INKA, Petrokimia Gresik, Semen Gresik / SIG) + MNC Coupa/Ariba/SAP/Oracle Fusion (Unilever, P&G, Sampoerna PMI, Maspion industrial, Wings, Coca-Cola, Garudafood). Kontrak formal + termin pembayaran milestone + PO process compliance. Mitigasi risk procurement BUMN / MNC.
Feature Documentary pakai milestone billing per phase: 25% DP (research phase — termasuk archival research arsip Tugu Pahlawan / Museum Mpu Tantular + interview discovery veteran 1945 / keluarga pengusaha legacy), 25% setelah research complete, 25% setelah production complete (Surabaya CBD + Rungkut industri + Tanggulangin UMKM + Bromo sacred selesai shoot), 25% setelah final delivery. Semua dana ditahan di escrow Fotofusi, di-release per milestone setelah brand approve deliverable. PT-compliant invoice per milestone.
LUT signature kami untuk Surabaya adalah 'warm urban brass' — palet hangat dengan brass-amber undertone yang cocok untuk: golden hour Jl Tunjungan heritage colonial, interior klenteng Sangjit-Teapai Kya-Kya, factory floor warm light Rungkut SIER, dan workshop kulit Tanggulangin (cahaya jendela natural). Untuk Bromo sunrise tetap pakai natural cool-blue 04:00-05:30 lalu transisi ke warm-brass 06:00 saat matahari naik. Brand request LUT custom bisa di-accommodate per project — disepakati di pre-production.
Area Layanan
9 area Surabaya + Sidoarjo-Gresik-Bangkalan + day-trip Bromo-Probolinggo. Tim Fotofusi standby basis Tunjungan-Embong Malang CBD, pickup Bandara Juanda 30 menit untuk klien luar kota.
Hotel Majapahit (heritage Insiden Yamato 1910), Jl Tunjungan heritage retro strip, Pasar Genteng kuliner heritage, Sheraton Pullman DoubleTree CBD ballroom — basis tim Fotofusi Surabaya
Shangri-La Surabaya (1500-pax ballroom), Vasa Hotel, Java Paragon, Wyndham, Ciputra World Convention — wedding luxury + MICE corporate skala besar
JW Marriott Surabaya (1000-pax ballroom), Pakuwon Mall, Universitas Ciputra (UC), Danau Pakuwon scenic prewedding, DBL Arena — tech startup + premium residential
Mercure Manyar, Singgasana Hotel, Marvell City ballroom, Jl Raya Darmo heritage residential, Taman Bungkul green space urban
Universitas Airlangga (Unair) Kampus A-B-C — kedokteran, ekonomi, hukum, Mulyorejo. RS dr. Soetomo rujukan Indonesia Timur. Grand City Convex mega convention 2500-pax.
Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Sukolilo, PENS, Universitas Hang Tuah TNI-AL, Pantai Kenjeran + Klenteng Sanggar Agung sunset iconic, Atlantis Land family
Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) — MNC manufacturing Unilever, P&G, Sampoerna PMI, Maspion, Wings, Garudafood. Universitas Surabaya (Ubaya), UK Petra (Siwalankerto)
Kya-Kya Kembang Jepun Pecinan 1900-an, Pasar Atom textile + Tionghoa import, House of Sampoerna heritage colonial museum, Tugu Pahlawan 10 November 1945, Jembatan Merah, Pelabuhan Tanjung Perak (PT PAL galangan + Pelindo), Klenteng Sanggar Agung Kenjeran, Masjid Cheng Hoo heritage Tionghoa-Muslim
Tanggulangin Sidoarjo (UMKM kulit handmade tradisi 1939 — 4 generasi), Gresik petrochemical (Petrokimia 1972+, Semen Gresik / SIG 1957+, Wilmar Nabati), Bandara Juanda 30 menit, Jembatan Suramadu (akses Madura), Pulau Madura Bangkalan (garam tradisional, bebek songkem, adat Madura)
Eksplor Lebih
Selain layanan ini, tim Fotofusi siap melayani berbagai jenis fotografi & video lainnya — semua dikerjakan oleh crew lokal terverifikasi.