Fotografer korporat Bali dari Fotofusi meliput acara perusahaan yang digelar di pulau ini: offsite tahunan, perjalanan insentif, konferensi di hotel, gala dinner, dan peluncuran produk. Hasilnya foto terkurasi untuk laporan internal, kanal media sosial kantor, dan materi rekrutmen. Liputan dimulai dari Rp 3.500.000 untuk empat jam, lalu bisa diperpanjang menjadi paket beberapa hari yang mengikuti seluruh rangkaian acara dari pembukaan sampai malam penutupan.
- Durasi terpendek
- 4 jam liputan dengan satu fotografer
- Rangkaian terpanjang
- Offsite multi-hari dengan dua fotografer, videografer, dan drone
- Wilayah liputan
- Seluruh Provinsi Bali, termasuk kunjungan ke Nusa Penida
- Musim paling padat
- Juni sampai September, lalu Desember sampai Januari
- Studio fisik
- Hanya di Jogja; di Bali crew bekerja langsung di lokasi acara
Acara perusahaan di Bali jarang berlangsung di satu ruangan. Pagi hari peserta duduk di ruang pleno resort, siangnya pindah ke kegiatan tim di pantai, sorenya berangkat ke pura atau tebing untuk foto bersama, lalu malamnya berkumpul lagi untuk gala dinner. Juru foto yang meliput harus ikut berpindah, membaca cahaya yang berganti setiap beberapa jam, dan tetap siap di depan panggung ketika direktur memberi sambutan.
Karena itu setiap pemesanan untuk Bali dimulai dari rundown. Dari susunan acara itulah kami menghitung berapa jam liputan yang benar-benar diperlukan, titik mana yang butuh dua fotografer sekaligus, dan di mana perjalanan antarlokasi akan memakan jam kerja crew. Rombongan yang menginap di Badung lalu berkunjung ke Gianyar atau Tabanan untuk satu kegiatan, misalnya, perlu menghitung perjalanan itu sejak awal supaya momen penting tidak jatuh di jam ketika kamera masih di mobil.
Dokumentasi kantor juga punya pembaca yang berbeda dengan album liburan. Tim komunikasi internal ingin melihat semua divisi hadir, tim rekrutmen mencari suasana kerja yang terasa hidup, dan manajemen butuh potret pembicara yang layak masuk laporan tahunan. Semua kebutuhan itu kami tulis menjadi daftar bidikan sebelum hari H, sehingga di lokasi tidak ada lagi tebak-tebakan tentang siapa yang wajib terpotret.